Dalam rangka melestarikan lingkungan sekaligus menjaga warisan budaya lokal, SMA Negeri 3 Gorontalo Utara meluncurkan program “Ibu Pohon Tanaman Adat”. Program ini melibatkan seluruh siswa untuk menanam bunga polohungo di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan, sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan flora adat Gorontalo. Bunga polohungo, yang secara ilmiah dikenal sebagai Puring (Codiaeum variegatum), dipilih sebagai ikon utama karena memiliki nilai historis, ekologis, dan budaya yang tinggi.
Selain penanaman, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi edukasi singkat mengenai manfaat ekologis tanaman puring, seperti kemampuannya menyerap polusi udara dan memperindah ruang terbuka. Para guru mengaitkan kegiatan ini dengan pembelajaran lintas mata pelajaran, mulai dari biologi, seni budaya, hingga pendidikan karakter.
Para siswa pun antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu peserta, menyampaikan kesannya, “Kami bangga bisa ikut menanam bunga adat. Rasanya seperti ikut menjaga warisan leluhur sekaligus membuat sekolah lebih indah.”
Dengan adanya program “Ibu Pohon Tanaman Adat”, SMA Negeri 3 Gorontalo Utara berharap dapat menjadi teladan bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan budaya lokal. Ke depan, sekolah berencana memperluas jenis tanaman adat yang ditanam, sehingga semakin banyak flora khas Gorontalo yang dapat dikenalkan kepada generasi penerus.




